Bekasi, 23 Februari 2025 — Sejak pagi, Sopo Ethimo Bekasi sudah ramai oleh warna ulos dan sortali. Keluarga-keluarga datang dari Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor, Banten, hingga Cikampek untuk satu hal: mengucap syukur bersama dalam Pesta Bona Taon 2025.
Acara berlangsung pukul 09.00–18.00 WIB dan diikuti 269 kepala keluarga dari 10 wilayah se-Jabodetabek.
Tema: Kasih sebagai Pengikat
Tema yang diangkat sengaja dipilih agar merangkul seluruh pomparan, baik yang beragama Muslim maupun non-Muslim:
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Ibadah syukur membuka rangkaian acara dengan pelayanan firman dari Pdt. Mochtar Siringo-ringo.
Sambutan dan Pelantikan
Seluruh peserta berdiri menyanyikan Hymne dan Mars Raja Tarihoran, dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Panitia Bona Taon 2025, Polin Tarihoran/br Sianturi, Ketua Parsadaan Raja Tarihoran se-Jabodetabek, dan Ketua Parsadaan Raja Tarihoran se-Indonesia.
Ketua Umum PRATABOBSI se-Jabodetabek, Andiga Tarihoran/br Sitorus, bersama Bendahara, Jamson Sirait/br. Tarihoran, juga menyampaikan laporan keuangan punguan di hadapan seluruh anggota sebagai bentuk keterbukaan yang selama ini dijaga pengurus.
Pada kesempatan yang sama dilakukan pelantikan pengurus pergantian antar waktu PRATABOBSI periode 2025–2027, dengan Fritz Hendrico Tarihoran / br. Simanungkalit (Wilayah Depok) sebagai Sekretaris.
Lelang yang Riuh
Sesi paling ramai datang dari lelang. Lelang makanan menghadirkan 18 macam hidangan sumbangan sembilan wilayah, disusul lelang ulos berupa 28 helai Ragi Hotang dan 2 helai Ragi Idup. Setiap helai berpindah tangan bukan sekadar sebagai kain, melainkan simbol berkat antar keluarga.
Tortor dan Panggung Milik Semua
Tua ni gondang dibawakan Pengurus PRATABOBSI Jabodetabek, dilanjutkan manortor per wilayah. Yang membuat suasana cair adalah manortor kategorial: lansia, boru/bere, naposo bulung, sampai anak-anak mendapat giliran. Dari yang berjalan pelan hingga yang melompat kegirangan — semua menari di lantai yang sama.
Panggung kemudian diserahkan kepada wilayah lewat performance: Jakarta Utara, Jaktimsel, Depok, Jakarta Barat, dan Bogor membawakan lagu, Bekasi menyuguhkan koor, ditambah persembahan solo dan duet anggota punguan.
Apresiasi Generasi Penerus
Salah satu momen paling menyentuh adalah Apresiasi Siswa Terbaik bagi siswa-siswi berprestasi dari kelas I SD sampai kelas XII SMA. Pesannya jelas: punguan tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menanam untuk masa depan.
Penutup
Acara ditutup dengan pembagian doorprize, lalu seluruh peserta berdiri menyanyikan “O Tano Batak” dan berdoa bersama.
Terima kasih kepada seluruh panitia, penasehat, pengurus, ketua wilayah, para donatur, dan seluruh pomparan yang hadir maupun mendukung dari jauh.
Maju terus Tarihoran Boru dohot Bere. Na Horas!















